Halaman

    Social Items

Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pengetahuan Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pengetahuan Sosial. Tampilkan semua postingan

Pembangunan dalam berbagai sektor yang dilakukan Indonesia sangat membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keahlian dalam kualifikasi tertentu. Namun, dalam prosesnya ternyata pembangunan tidak hanya dihadapkan pada keterbatasan tenaga kerja ahli melainkan masih banyak masalah lainnya. Kondisi tersebut dapat dilihat dengan banyaknya masalah yang dihadapi ketenagakerjaan di Indonesia, diantaranya sebagai berikut.

1. Jumlah Angkatan Kerja yang Tidak Seimbang dgn Kesempatan Kerja

Jika kita mengikuti perkembangan dunia pendidikan, khususnya di perguruan tinggi kita dapat menemukan fakta sedemikian banyak para sarjana yang dihasilkan dari perguruan tinggi. Adakalanya sebuah perguruan tinggi dalam satu tahun mewisuda lulusan sarjana dua angkatan yang masing-masing angkatan bisa mencapai ratusan sarjana. Padahal di Indonesia sendiri ada puluhan perguruan tinggi yang berarti menghasilkan ratusan bahkan ribuan sarjana yang dihasilkan perguruan tinggi tersebut dapat tersalurkan dalam dunia kerja. Ini merupakan permasalahan yang pelik, bukan saja bagi yang bersangkutan, melainkan juga bagi pemerintah. Ketidaktertampungan calon tenaga kerja pada dunia kerja merupakan bentuk permasalahan yang serius bagi negara.

2. Mutu Tenaga Kerja yang Relatif Rendah

Rendahnya tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi mutu tenaga kerja Indonesia. Karena rendahnya tingkat pendidikan telah menyebabkan tenaga kerja Indonesia minim dalam penguasaan pengetahuan dan teknologi. Akibatnya, jumlah hasil produksi yang dihasilkan rendah sedangkan biaya produksi tinggi. Tingginya biaya produksi mengakibatkan hasil produksi Indonesia sulit bersaing dengan produk negara lain.

Selain itu, upah buruh di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Serbia, Cina, Rusia, Singapura, dan Malaysia. Permasalahan upah buruh di Indonesia bukan hanya disebabkan oleh banyaknya penawaran tenaga kerja, tetapi juga karena rendahnya produktivitas tenaga kerja sehingga jumlah maupun kualitas barang yang dihasilkan pun tetap rendah.

3. Persebaran Tenaga Kerja yang Tidak Merata

Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia berada di Pulau Jawa sementara di daerah lain yang luas wilayahnya lebih besar masih kekuarangan tenaga kerja terutama untuk sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Akibatnya, di Pulau Jawa banyak terjadi pengangguran, semetara di daerah lain masih banyak sumber daya alam yang belum dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal.

Seringkali orang dalam mencari pekerjaan memperhitungkan lokasi tempat pekerjaan. Bahkan ada sebagian masyarakat yang rela memperoleh pekerjaan seadanya yang tidak sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki hanya karena tertarik dengan lokasi pekerjaan tersebut. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan persebaran tenaga kerja tidak merata. Hal ini erat kaitannya dengan pola pikir tradisional yang memegang erat falsafah "Makan tidak makan asal berkumpul" dimana orang merasa berat meninggalkan kampung halamannya.

4. Pengangguran

Jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan kesempatan kerja mengakibatkan tidak semua angkatan kerja dapat diserap oleh lapangan kerja sehingga mengakibatkan pengangguran. Hal ini lebih diperparah dengan banyaknya tenaga kerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pengangguran menimbulkan berbagai dampak dalam kehidupan sosial, antara lain sebagai berikut.
a. Rendahnya pendapatan perkapita penduduk
b. Meningkatnya kemiskinan
c. Meningkatnya angka kriminalitas yang dipicu kesulitan ekonomi
d. Merosotnya moral yang ditandai dengan meningkatnya pelaku tindak asusila bermotif ekonomi.
e. Kondisi keamanan yang tidak terjamin akibat meningkatnya angka kriminalitas.
f. Rendahnya kualitas hidup masyarakat
g. Merebaknya kawasan slum (Lingkungan kumuh)

Pengangguran dikelompokan menjadi 2 yaitu sebagai berikut:

A). Pengangguran berdasarkan Sifatnya
  1. Pengangguran Terbuka
    Pengangguran terbuka adalah angkatan kerja yang benar benar tidak mempunyai pekerjaan.
  2. Setengah Menganggur
    Adalah angkatan kerja yang bekerja dibawah jam kerja normal
  3. Pengangguran Terselubung
    Pengangguran terselubung adalah angkatan kerja yang bekerja tidak optimal sehingga terjadi kelebihan tenaga kerja. Misalnya Pak Dodot membuka usaha bengkel sepeda motor. Pak Dodot dibantu oleh 1 orang anaknya. Sebenarnya tenaga kerjanya sudah cukup. Namun ada anak pamannya belum bekerja. Anak pamannya Pak Dodot disebut pengangguran terselubung.

B). Pengangguran berdasarkan Penyebabnya
  1. Pengangguran Struktural adalah pengangguran yang disebabkan adanya perubahan dalam struktur perekonomian. Misalnya dari agraris menjadi industri, otomatis kondisi yang mengakibatkan tenaga kerja yang memiliki keahlian di sektor pertanian tidak terserap di sektor industri sehingga mereka akan menganggur.
  2. Pengangguran Friksional adalah pengangguran yang disebabkan pergeseran yang tiba-tiba pada penawaran dan permintaan tenaga kerja, sehingga sulit mempertemukan pencari kerja dengan lowongan kerja.
  3. Pengangguran Musiman adalah pengangguran yang disebabkan oleh perubahan musim. Contoh: Buruh tani akan bekerja pada waktu panen, tetapi kalau sudah habis masa panennya, ia akan menganggur.
  4. Pengangguran Voluntary. Pengangguran jenis ini terjadi karena adanya orang yang sebenarnya masih dapat bekerja, tetapi karena dengan suka rela ia tidak bekerja (minta berhenti bekerja). Hal ini dapat terjadi karena ia telah mendapatkan warisan atau hal-hal lain yang membuat seseorang tidak perlu bekerja.
  5. Pengangguran Teknologi adalah pengangguran yang terjadi karena adanya mekanisasi atau penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Misalnya dahulu petani mengolah sawah dengan tenaga manusia, namun sekarang diganti dengan tenaga traktor. Adanya penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin dapat menyebabkan pengangguran teknologi.
  6. Pengangguran Deflasioner disebabkan oleh pencari kerja lebih banyak dibandingkan dengan kesempatan kerja yang tersedia

5. Kurang Sesuainya Kemampuan Tenaga Kerja dengan Keahliannya

Pekerjaannya menurut F.W. Taylor, seseorang seharusnya bekerja sesuai dengan keahliannya (the right man in the right place). Jika seseorang dapat bekerja sesuai dengan keahliannya, maka ia akan dapat bekerja dengan efektif dan efisien, sehingga dapat mencapai kualitas dan kauntitas kerja yang tinggi. Di Indonesia, seringkali terjadi seseorang tidak bekerja sesuai dengan keahliannya, sehingga ia tidak dapat bekerja dengan efektif dan efisien.

6. Rendahnya Upah yang Diterima oleh Tenaga Kerja

Dengan tingginya jumah angkatan kerja dan sempitnya lapangan kerja, secara ekonomi berarti penawaran tenaga kerja tinggi dan pemintaan tenaga kerja rendah, sehingga harga tenaga kerja (upah tenaga kerja) akan rendah. Dengan upah yang rendah, maka kesejahteraan tenaga kerja dan keluarganya juga rendah dan hal ini akan berakibat pada rendahnya kinerja tenaga kerja.

7. Kurangnya Perlindungan Terhadap Tenaga Kerja

Tenaga kerja yang bekerja dalam suatu pekerjaan selalu dihadapkan pada risiko kerja, baik risiko yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun risiko yang lain seperti pemutusan hubungan kerja (PHK). Dalam banyak kasus yang menimpa tenaga kerja Indonesia baik yang terjadi di Indonesia maupun di luar negeri, menunjukkan kurangnya perlindungan terhadap tenaga kerja.

8. Serangan Tenaga Kerja Asing

Dengan makin terbukanya sistem perekonomian setiap negara, maka mobilisasi tenaga kerja antar negara juga akan makin terbuka. Banyak tenaga kerja Indonesia yang dikirim ke luar negeri dan banyak juga tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia. Para tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia kebanyakan adalah tenaga kerja terdidik yang memiliki kemampuan (skill) yang tinggi. Masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia merupakan serangan yang dapat mengurangi kesempatan kerja bagi tenaga kerja dalam negeri.

Sumber: IPS Terpadu Kelas VIII Semester 2. Indonesia: CV Fatihul Ihsan

Macam-Macam Masalah Angkatan / Tenaga Kerja di Indonesia

 Pengendalian Sosial beserta Tahapan

Macam-Macam Pengendalian Sosial beserta Tahapan dan Bentuknya

1). Pengertian Pengendalian Sosial
Pengendalian sosial adalah suatu cara dan proses, baik yang terencana ataupun tak terencana, dalam upaya manusia untuk mengendalikan individu, kelompok, ataupun masyarakat untuk dapat berperilaku selaras atau sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat. Pengendalian sosial bertujuan agar nilai-nilai dan norma-norma sosial dapat dijalankan oleh masyarakat sehingga tercipta suasana aman, nyaman, tertib, dan damai di masyarakat.

2). Ciri-Ciri Pengendalian Sosial
a).  Pengendalian sosial sebagai suatu cara, metode, atau teknik tertentu yang dipergunakan masyarakat untuk mengatasi ataupun mencegah terjadinya penyimpangan sosial.
b). Pengendalian sosial dipergunakan untuk mewujudkan keselarasan antara stabilitas dengan perubahan-perubahan yang terus terjadi disuatu masyarakat.
c). Pengendalian sosial dapat dilakukan oleh kelompok terhadap kelompok lain, atau oleh suatu kelompok terhadap individu.
d). Pengendalian sosial dilakukan secara timbal balik meskipun tidak disadari oleh kedua belah pihak.

3). Tujuan Pengendalian Sosial
a). Agar dapat terwujud keserasian dan ketentaraman dalam masyarakat.
b). Agar pelaku penyimpangan dapat kembali mematuhi norma yang berlaku.
c). Agar masyarakat mau mematuhi norma-norma sosial yang berlaku baik dengan kesadaran sendiri maupun dengan paksaan.

4). Fungsi Pengendalian Sosial
a). Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap norma sosial.
b). Memberikan imbalan kepada warga yang menaati norma.
c). Mengembangkan rasa malu.
d). Mengembangkan rasa takut.
e). Menciptakan sistem hukum.

B. Macam-Macam Pengendalian Sosial

1). Pengendalian Sosial Menurut Tujuannya
A. Tujuan Kreatif
Suatu bentuk pengendalian sosial dikategorikan bertujuan kreatif atau konstruktif apabila pengendalian sosial tersebut diarahkan pada perubahan sosial yang dianggap bermanfaat. Penerapan wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah merupakan salah satu contoh bentuk pengendalian sosial yang bertujuan kreatif.

B. Tujuan Regulatif
Pengendalian sosial dikategorikan bertujuan regulatif, apabila pengendalian sosial tersebut dilandaskan pada kebiasaan atau adat istiadat. Misalnya pemerintah kabupaten mencanangkan wajib belajar dari jam 18.00 sampai jam 21.00 bagi setiap penduduk.

C. Tujuan Eksploratif
Pengendalian sosial dikategorikan bertujuan eksploratif, apabila pengendalian sosial tersebut dimotivasikan oleh kepentingan diri, baik secara langsung maupun tidak. Penerapan tata tertib di sekolah merupakan salah satu contoh pengendalian sosial yang bertujuan eksploratif.

2). Pengendalian Sosial Menurut Pelaksanaannya.
A. Cara Kompulsi
Pengendalian sosial secara kompulsi dilakukan dengan menciptakan suatu situasi yang dapat mengubah sikap atau perilaku yang negatif. Misalnya jika ada siswa yang enggan memakai dasi, maka setiap menemui siswa yang tidak berdasi ditegur dan dijelaskan pentingnya berdasi.

B. Cara Pervasi
Pengendalian sosial secara pervasi dilakukan dengan menyampaikan norma/nilai secara berulang-ulang dan terus menerus dengan harapan norma/nilai tersebut melekat dalam jiwa seseorang, sehingga akan terbentuk sikap seperti apa yang diharapkan.

C. Cara Persuasif
Pengendalian sosial cara persuasif lebih menekankan pada usaha untuk mengajak atau membimbing berupa anjuran agar berperilaku sesuai norma yang ada.

D. Cara Coercive
Pengendalian cara coercive dilakukan dengan kekerasan jika cara persuasif tidak ampuh atau berhasil.

3). Pengendalian Sosial Menurut Jumlah yang Terlihat
a). Pengawasan dari individu terhadap individu lainnya. Contohnya seorang ayah yang menasihati anaknya, seorang teman yang menegur temannya yang telah berbuat salah, dan lainnya.
b). Pengawasan dari individu terhadap kelompok. Contohnya seorang pelatih sepak bola yang mengarahkan tim sepak bolanya, seorang guru yang menjelaskan materi pada murid-muridnya, dan lainnya.
c). Pengawasan dari kelompok terhadap kelompok. Contohnya sekelompok mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) sedang memberikan penyuluhan pada masyarakat.
d). Pengawasan dari kelompok terhadap individu. Contohnya warga masyarakat yang mengucilkan seorang warganya yang telah melanggar norma.

4). Pengendalian Sosial Menurut Sifatnya
A. Pengendalian Sosial Preventif
Pengendalian sosial preventif yaitu usaha yang dilakukan sebelum terjadi pelanggaran, atau bertujuan mencegah terjadinya pelanggaran. Rambu-rambu lalu lintas dimaksudkan sebagai upaya pencegahan (preventif) agar tidak terjadi kekacauan dalam lalu lintas.

B. Pengendalian Sosial Represif
Pengendalian sosial represif yaitu usaha yang dilakukan setelah pelanggaran terjadi, ditujukan untuk memulihkan keadaan kepada situasi seperti sebelum terjadinya pelanggaran. Misalnya hukuman penjara bagi pelaku kejahatan merupakan salah satu bentuk pengendalian sosial represif. Dengan tertangkapnya pelaku kejahatan ini situasi lingkungan masyarakat menjadi aman dan membuat pelakunya jera.

C. Pengendalian Sosial Gabungan
Pengendalian sosial gabungan adalah pengendalian sosial yang merupakan gabungan dari pengendalian sosial preventif dan represif. Contoh bentuk pengendalian sosial ini adalah pelaksanaan operasi tertib lalu lintas yang dilaksanakan oleh jajaran kepolisian.

C. Tahapan Pengendalian Sosial

1). Tahap Sosialisasi atau Pengenalan
Yaitu merupakan tahap awal proses pengendalian sosial. Pada tahap ini, masyarakat dikenalkan pada bentuk-bentuk penyimpangan sosial beserta sanksi-sanksinya. Pengenalan tersebut dimaksudkan agar masyarakat menyadari efek dan sanksi yang akan diterimanya bila mereka melakukan suatu tindakan penyimpangan sosial.

2). Tahap Penekan Sosial
Tahap ini dilakukan untuk mendukung terciptanya kondisi sosial yang stabil. Pada tahap ini telah disertai dengan pelaksanaan sanksi atau hukuman kepada para pelaku tindakan penyimpangan. Dengan adanya sanksi yang menekan tersebut, diharapkan masyarakat segan dan tidak mau melakukan berbagai perbuatan yang menyimpang.

3). Tahap Pendekatan Kekuasaan atau Kekuatan
Pada tahap ini, terlihat adanya pihak pengendalian sosial dan pihak yang dikendalikan. Tahap ini dilakukan jika tahap tahap yang lain tidak mampu mengarahkan tingkah laku manusia sesuai dengan norma atau nilai yang berlaku. Berdasarkan pelakunya, tahap pendekatan kekuasaan atau kekuatan ini dapat dibedakan, menjadi berikut ini.
a. Pengendalian kelompok terhadap kelompok; misalnya anggota Kepolisian Sektor Pasanggrahan Jakarta Selatan mengawasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kecamatan Pasanggrahan.
b. Pengendalian kelompok terhadap anggotanya; misalnya bapak/ibu guru di sekolah mengendalikan dan membimbing siswa/siswi yang belajar di sekolah itu.
c. Pengendalian pribadi terhadap pribadi; misalnya seorang ayah yang mendidik dan merawat anaknya, atau seorang kakak yang menjaga adiknya.

D. Bentuk-Bentuk Pengendalian Sosial

1). Gosip
Pada umumnya, gosip merupakan kritik tertutup yang ditujukan pada seseorang atau lembaga yang melakukan penyimpangan sosial. Dalam hal ini, orang atau lembaga yang terkena gosip akan berusaha memperbaiki tingkah lakunya, jika tidak, maka orang atau lembaga tersebut akan dicemooh, dikucilkan, dan merasa terisolir dalam kehidupan masyarakatnya.

2). Teguran
Teguran dilakukan secara tidak langsung kepada pelaku tindak penyimpangan agar pelaku tindak penyimpangan tersebut menyadari perbuatannya dan dapat segera menghentikan tingkah laku menyimpangnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

3). Sanksi atau Hukuman
Sanksi atau hukuman merupakan tindakan tegas yang diambil jika teguran tidak lagi diindahkan oleh pelaku tindak penyimpangan. Sanksi atau hukuman merupakan bentuk pengendalian sosial yang efektif karena pelaku tindak penyimpangan akan mengalami kerugian atau penderitaan.

4). Pendidikan dan Agama
Pendidikan merupakan salah satu bentuk pengendalian sosial yang melembaga. Pendidikan berfungsi untuk mengarahkan dan membentuk sikap mental anak didik sesuai dengan kaidah dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Sedangkan agama merupakan penuntun umat manusia dalam menjalankan perannya di muka bumi ini. Dalam ajaran agama, manusia dituntut untuk mampu menjalin hubungan baik dengan Tuhan, menjalin hubungan baik antarmanusia, dan menjalin hubungan baik dengan alam lingkungannya.

Sumber: IPS Terpadu Kelas VIII Semester 2. Indonesia: CV Fatihul Ihsan

Macam-Macam Pengendalian Sosial beserta Tahapan dan Bentuknya


Dari sebuah peta dapat dibuat interpretasi terhadap berbagai kenampakan fisik (bentang alam). Baik itu sebagai kenampakan fisik semata maupun sebagai objek yang berhubungan dengan kehidupan manusia. Beberapa interpretasi misalnya pola iklim, pola aktivitas manusia, pola persebaran flora dan fauna, dan lain-lain.

A. Pola Iklim

Iklim dipengaruhi terutama oleh letak astronomis (lintang tempat) dan kondisi fisik dan keadaan alam wilayah, seperti relief daratan (ketinggian tempat), luas daratan, juga jarak/posisi daratan terhadap laut.
Berdasarkan letak lintang suatu tempat yang terbaca pada peta, dapat diperkirakan iklim yang dimiliki. Pengelompokan iklim menurut lintang tempat disebutkan sebagai berikut.
1). Daerah antara 0-23,5 derajat LU/LS adalah wilayah beriklim tropis, mengalami 2 musim.
2). Daerah antara 23,5-35 derajat LU/LS adalah wilayah beriklim subtropis
3). Daerah antara 35-65.5 derajat LU/LS adalah wilayah beriklim sedang yang mengalami 4 musim.
4). Daerah antara 65,5-90 derajat LU/LS adalah wilayah beriklim dingin/kutub, mengalami dingin sepanjang tahun.

Jika pada peta terbaca letak lintang suatu tempat, maka diperkirakan iklimnya. Misalnya suatu tempat berada daerah lintang 40-45 derajat LU, tentu dapat diperkirakan bahwa daerah tersebut beriklim sedang. Seperti disebut sebelumnya iklim tempat juga dipengaruhi faktor lain. Artinya, selain pengaruh iklim akibat letak lintang, suatu daerah juga mengalami kondisi iklim akibat pengaruh fisik. Pembagian iklim menurut kondisi fisik adalah sebagai berikut.
1). Iklim Kontinental/Benua, dialami oleh wilayah di daratan tengah benua jauh dari pengaruh lautan. Kondisi iklimnya mempengaruhi adanya daerah gurun.
2). Iklim Lautan, dialami oleh daerah yang dikelilingi oleh lautan. Cirinya penguapan tinggi sehingga curah hujan tinggi.
3). Iklim Ugahari, dialami oleh wilayah berdataran tinggi. Cirinya perbedaan suhu siang dan malam tinggi.

2. Pola Aktivitas Manusia

Dari bentang alam yang terbaca melalui peta, jenis/bentuk kegiatan manusia di wilayah tersebut juga dapat diinterpretasikan. Misalnya, pola kehidupan masyarakat dapat diperkirakan berdasarkan ketinggian tempat. Kehidupan manusia didataran rendah lebih dinamis dibandingkan kehidupan di daerah yang lebih tinggi.

1). Daerah Pantai
Di wilayah pesisir pantai ini umumnya dijumpai kegiatan masyarakat yang berhubungan dengan kelautan. Sebagai contoh penangkapan ikan di laut, pembudidayaan ikan air payau, usaha tambak udang, pusat-pusat pelelangan ikan, dan sebagainya. Selain perikanan, berikut ini beberapa kegiatan lain yang dapat dijumpai di daerah pantai.
a). Kegiatan kedatangan dan kepergian penduduk dari dan ke luar daerah dengan transportasi laut di pelabuhan lokal antarpulau ataupun pelabuhan internasional.
b). Kegiatan perdagangan
c). Kegiatan wisata pantai

2). Daerah Dataran Rendah
Dataran rendah memiliki kontur landai atau relatif datar. Wilayah ini memiliki tingkat kedinamisan fisik sangat tinggi. Penghubung mudah dibangun sehingga tingkat aksesibilitas lebih tinggi. Berbagai jenis kendaraan datang dan pergi dengan mudah.
Dari kondisi tersebut, berbagai kegiatan manusia yang banyak dikembangkan di daerah dataran rendah, antara lain kegiatan pertanian/perkebunan tanaman dataran rendah, kawasan industri (menengah dan besar), pusat-pusat perdagangan, pusat-pusat pemerintahan dan kebudayaan, dan pusat-pusat permukiman.
Di daerah aliran sungai (DAS), selain kegiatan pertanian, sering kali dijumpai kegiatan penambangan berbagai macam bahan tambang. Di wilayah dataran rendah berupa sabana dikembangkan kegiatan perternakan hewan besar seperti sapi, kuda, dan kerbau.

3). Daerah Dataran Tinggi
Wilayah dataran tinggi/pegunungan memiliki udara lebih sejuk. Kegiatan yang mungkin dijumpai di wilayah ini, antara lain budi daya pertanian/perkebunan tanaman dataran tinggi, kegiatan wisata gunung atau agrowisata, dan kegiatan kehutanan (hutan produksi).

C. Pola Kehidupan Flora Fauna

Perbedaan ketinggian menimbulkan pola iklim dan cuaca berbeda. Daerah rendah lebih panas dibandingkan daerah tinggi. Suhu semakin turun seiring dengan kenaikan tinggi suatu tempat dari permukaan laut. Secara alami kehidupan flora dipengaruhi oleh ketinggian tempat tersebut.
1). Di dataran rendah diwilayah pesisir pantai berawa rawa, tumbuh tanaman bakau.
2). Di daerah pegunungan dapat dijumpai flora hutan alami, tanaman hutan produksi, tanaman perkebunan dataran tinggi.
3). Diwilayah permukiman dapat ditemui tanaman budidaya manusia seperti tanaman pertanian/perkebunan.

Kehidupan fauna secara alami dipengaruhi oleh persebaran flora. Di hutan hutan alami yang lebat masih dapat dijumpai hewan-hewan liar seperti harimau, babi hutan, dan gajah. Di dataran rendah seperti sabana ditemukan zebra, jerapah, dan lain-lain.

D. Pola Persebaran Jenis Tanah

Di seluruh permukaan bumi terdapat ratusan jenis tanah. Persebaran setiap jenis tanah mencakup wilayah berbeda-beda. Masing-masing jenis tanah memiliki karakter dan kualitas berbeda. Berikut contohnya:
1). Wilayah gunung berapi memiliki jenis tanah vulkanis yang subur.
2). Wilayah pegunungan kapur memiliki tanah kapur yang tandus.
3). Di daerah rawa banyak dijumpai tanah gambut yang memiliki kandungan asam tinggi, kurang unsur hara, dan tidak subur.

Setiap jenis tanah tersebut melalui suatu proses pembentukan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor faktor tersebut, adalah jenis batuan induk, iklim, relief, aktivitas biologis maupun faktor manusia. Di setiap permukaan bumi, semua faktor pengaruh tersebut memiliki kondisi berbeda beda. Itulah sebabnya, terbentuk beratus-ratus jenis tanah di muka bumi. Setiap jenis tanah tersebar secara tidak merata.

Sumber: LKS

Pola dan Bentuk Objek Geografi Sesuai Bentang Alam

A. Pengertian Badan Usaha


Badan usaha merupakan suatu unit ekonomi yang mengkombinasikan seluruh sumber daya ekonomi, seperti sumber daya alam, manusia, modal, serta kewirausahaan untuk menghasilkan barang dan jasa.

B. Macam-Macam Badan Usaha

1). Menurut Pemilik Modalnya

A. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan badan usaha yang didirikan oleh negara atau pemerintah yang sebagian atau bahkan seluruh modalnya berasal dari kekayaan negara yang disisihkan. 

Dasar pendirian BUMN adalah pasal 33 ayat 2 dan ayat 3 UUD 1945, BUMN bertugas untuk mengelola mengusahakan cabang cabang produksi dan kekayaan alam yang terkandung di tanah air Indonesia untuk kesejahteraan dan kemakmuran seluruh rakyat atau bangsa Indonesia.

Fungsi BUMN antara lain sebagai berikut:
1). Melaksanakan pemerataan kemakmuran dan kesejahteraan.
2). Sebagai salah satu sarana untuk menghasilkan keuntungan/laba.
3). Merupakan alat atau instrumen yang menjaga kestabilan harga barang dan jasa terutama yang menguasai hajat hidup orang banyak.
4). Sebagai agen pembangunan yang bertugas untuk meningkatkan pembangunan ekonomi.
5). Sebagai salah satu sarana untuk menghadapi perdagangan internasional, terutama menghadapi persaingan dalam pasar global.

Menurut Inpres No 5 tahun 1988 BUMN meliputi:
1). Perusahaan Umum (Perum), merupakan perusahaan negara yang bergerak dalam bidang usaha yang berkaitan dengan kepentingan umum. Modal Perum berasal dari kekayaan negara yang terpisah dari APBN. Perum mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a). Melayani kepentingan umum.
b). Pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan perusahaan yang dilakukan oleh badan keuangan negara.
c). Karyawan Perum berstatus sebagai karyawan perusahaan negara.
d). Berusaha memupuk keuntungan yang akan digunakan sebagai salah satu sumber keuangan negara.
e). Dalam melaksanakan tugasnya, direksi Perum bertanggung jawab kepada menteri.
f). Modal Perum berasal dari kekayaan negara yang disisihkan, sehingga terpisah dari anggaran yang terdapat dalam APBN.

2). Perusahaan Perseroan (PT Persero), merupakan perusahaan negara yang menghimpun modal dari penjualan saham. Perusahaan Perseroan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a). Berusaha memupuk keuntungan.
b). Bentuk badan usahanya berupa PT.
c). Tidak memperoleh fasilitas negara.
d). Karyawannya berstatus sebagai karyawan perusahaan swasta.
e). Sebagian atau seluruh modal perusahaan dimiliki oleh negara yang berasal dari kekayaan negara yang disihkan.

3). Perusahaan Daerah, adalah bentuk perusahaan yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah daerah, pendiriannya berdasarkan kepada Peraturan Daerah (Perda). Sebagian besar atau seluruh modal dimiliki oleh Pemerintah daerah. Perusahaan Daerah dalam menjalankan usahanya dipimpin oleh seorang direksi yang diangkat oleh kepala daerah baik Gubernur ataupun Bupati.

B. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) merupakan badan usaha yang modalnya dimiliki oleh pengusaha swasta, baik swasta nasional maupun swasta asing. Alasannya didirikannya BUMS antara lain sebagai berikut:
1). Pemerintah belum memiliki modal yang cukup untuk mengelola seluruh kekayaan alam yang terdapat di Indonesia.
2). Pemerintah merasa perlu memberi kesempatan kepada pihak swasta dan masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan ekonomi nasional.
3). Memperluas lapangan kerja, dengan semakin banyaknya badan usaha yang didirikan, otomatis akan dapat menyerap tenaga kerja yang semakin besar jumlahnya.

2). Menurut Lapangan Usahanya

Menurut lapangan usaha yang dikelola, badan usaha dapat dibedakan sebagai berikut:

A. Badan Usaha Ekstraktif
Badan usaha ekstraktif, yaitu badan usaha yang melakukan kegiatan produksi dengan cara mengambil, menggali, ataupun sekedar mengumpulkan segala sesuatu yang telah disediakan oleh alam. Misalnya perusahaan pertambangan, perusahaan hasil hutan (seperti kayu dan rotan).

B. Badan Usaha Agraris
Badan usaha agraris, adalah jenis badan usaha yang kegiatannya berkaitan dengan usaha dalam kegiatan pengolahan tanah. Kegiatan dalam usaha agraris meliputi pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.

C. Badan Usaha Industri
Badan usaha industri merupakan jenis badan usaha yang mengolah suatu barang agar menjadi barang lain yang lebih bermanfaat. Sebagai contoh pada perusahaan tekstil yang menggunakan bahan baku berupa kapas.

D. Badan Usaha Perdagangan
Badan usaha perdagangan merupakan jenis badan usaha yang kegiatannya membeli barang dari produsen atau pedagang lain untuk dijual kembali kepada sesama pedagang atau kepada konsumen, tanpa melakukan perubahan terhadap bentuk dan sifat barang tersebut, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan/laba. Kegiatan perdagangan ini berlangsung dengan menggunakan alat tukar yang berupa uang.

E. Badan Usaha Jasa
Badan usaha jasa merupakan jenis badan usaha yang bergerak dibidang pelayanan/jasa. Jadi untuk badan usaha ini hasil produksinya bukan berupa barang, melainkan jasa.

3). Menurut Bentuk Hukumnya

Berdasarkan bentuk badan hukumnya, di Indonesia terdapat 6 badan usaha, antara lain sebagai berikut:

A. Badan Usaha Perseorangan
Badan usaha perseorangan sering disebut perusahaan perseorangan, merupakan bentuk badan usaha yang didirikan, dimiliki, dikelola, dan dipertanggungjawabkan sendiri oleh satu orang. Badan usaha perseorangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1). Pemilik memiliki peran ganda, yaitu sebagai pemilik sekaligus pemimpin perusahaan.
2). Tidak adanya pemisahan antara harta pribadi dengan harta perusahaan.
3). Pemilik bertanggung jawab penuh terhadap resiko yang dihadapi.
4). Kemajuan usahanya sangat dipengaruhi oleh kepandaian, keterampilan, keuletan, dan kreatifitas dari pemiliknya.

B. Firma (Fa)
Firma (Fa) merupakan satu bentuk badan usaha yang beranggotakan beberapa orang (minimal dua orang) yang menjalankan usaha dengan satu nama, dan masing-masing anggota berperan aktif dalam kegiatan badan usaha serta bertanggung jawab penuh terhadap hutang firma dengan seluruh harta benda yang mereka miliki.

C. Persekutuan Komanditer / Comanditaire Vennotschaap (CV)
Persekutuan komanditer (CV), mempunyai dua macam anggota yaitu sekutu aktif dan sekutu pasif. Dalam menjalankan usaha yang berbentuk CV, sekutu aktif berperan sebagai pemilik sekaligus pengelola badan usaha, serta bertanggung jawab penuh atas resiko yang mungkin akan terjadi. Sementaraitu, sekutu pasif hanya berperan sebagai penanam modal yang tidak ikut mengelola usaha, namun tetap akan memperoleh pembagian keuntungan usaha, sedangkan jika sampai badan usaha tersebut menderita kerugian, maka tanggung jawab terhadap kerugian tersebut hanya sebesar modal yang ditanamkannya.

D. Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan Terbatas (PT) merupakan bentuk badan usaha yang menghimpun dana dengan cara menjual saham. Saham adalah surat berharga yang membuktikan bahwa seseorang turut serta menjadi pemilik perusahaan.

PT dipimpin oleh pengurus yang disebut direksi, yang mengadakan hubungan baik ke dalam ataupun keluar perusahaan. Selain direksi, juga dikenal adanya komisaris yang bertugas untuk mengawasi pelaksanaan tugas dari direksi. Dalam PT kekuasaan tertinggi berada di tangan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Rapat inilah yang memilih direksi dan komisaris serta menentukan program secara garis besar dan mengesahkan perhitungan rugi/laba perusahaan.

Sebagai pemegang saham, pemilik modal PT akan menerima bagian keuntungan yang disebut Deviden. Deviden yang diterima para pesero tergantung dari nilai saham yang dimilikinya. Secara umum, Perseroan Terbatas dapat dibedakan menjadi berikut:

1). PT Terbuka, yaitu jenis PT yang menjual sahamnya kepada masyarakat umum. Ciri dari PT terbuka adalah dicantumkannya tulisan Tbk di belakang nama PT tersebut, misalnya PT Perusahaan Rokok tjap Gudang Garam Tbk.
2). PT Tertutup, yaitu PT yang menjual sahamnya hanya untuk kalangan tertentu, misalnya hanya unutk kalangan untuk kalangan tertentu, misalnya hanya untuk anggota keluarganya saja. Pada umumnya saham PT tertutup dituliskan nama pemiliknya, dan tidak dapat diperjual belikan secara bebas.
3). PT Kosong, yaitu PT yang masih memiliki badan usaha, namun sudah tidak menjalankan usaha lagi. Keuntungan bagi pihak yang membeli PT Kosong adalah pemilik baru tidak perlu mengurus ijin untuk menjalankan usahanya, sehingga dapat menghemat biaya.

E. Koperasi
Koperasi merupakan badan usaha rakyat yang memiliki berciri kekeluargaan. Koperasi berperan mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur. Itulah sebabnya seringkali koperasi dikatakan sebagai Soko Guru atau tiang utama penyangga perekonomian rakyat. Istilah koperasi berasal dari bahasa inggris, yaitu Cooperation, yang artinya usaha bersama. Sementara, menurut Undang-Undang No 25 tahun 1992, pengertian koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Prinsip koperasi disebutkan sebagai berikut:
1). Keanggotaan koperasi bersifat terbuka dan sukarela. Terbuka maksudnya, keanggotaan koperasi terbuka bagi setiap WNI, sedangkan sukarela maksudnya untuk menjadi anggota koperasi tidak ada unsur paksaan atau secara sukarela.
2). Pembagian SHU dilakukan secara adil berdasarkan atas jasa dari masing-masing anggota.
3). Pengelolaan koperasi dilaksanakan secara demokratis.
4). Kemandirian, artinya dalam melaksanakan usahanya, koperasi tidak tergantung pada pihak lain, melainkan lebih mengutamakan kepada kemampuannya sendiri.

Koperasi mempunyai ciri khusus yang membedakan dengan badan usaha lainnya, yaitu sebagai berikut:
1). Semua anggota merupakan pemilik koperasi
2). Pemimpin koperasi terdiri atas Pelaksana, Badan Pemeriksa, dan Rapat Anggota yang memegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi.
3). Berbadan hukum.
4). Tidak berorientasi pada perolehan laba, tetapi lebih mengutamakan pada tercapainya kesejahteraan anggota.
5). Modal diperoleh dari anggota, yaitu dengan pembayaran simpanan.
6). Keuntungan yang diperoleh koperasi bukan hanya milik perorangan, tetapi menjadi milik bersama, berdasarkan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
7). Kekayaan yang ada pada koperasi menjadi milik bersama.

Modal koperasi dapat diperoleh dari dua sumber, yaitu sebagai berikut:
1). Modal Sendiri, yaitu modal koperasi yang berasal dari para anggota dengan berdasarkan kepada ketentuan koperasi. Modal sendiri terdiri dari Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, Simpanan Sukarela, dan Dana Cadangan.
2). Modal Pinjaman, yaitu modal yang berupa pinjaman baik dari anggota, maupun dari luar anggota, misalnya dari koperasi lain, dari bank, ataupun sumber lain yang sah.

Berdasarkan bidang usaha yang ditangani, koperasi dapat dibedakan bermacam-macam, yaitu sebagai berikut:
1). Koperasi Konsumsi, yatu koperasi yang kegiatan usahanya bertujuan untuk membantu anggota dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
2). Koperasi Produksi, yaitu koperasi yang beranggotakan para produsen dengan hasil produksi yang sama.
3). Koperasi Pemasaran, yaitu koperasi yang didirikan dengan tujuan membantu para anggota dalam memasarkan barang-barang hasil produksinya.
4). Koperasi Simpan Pinjam, yaitu koperasi yang berusaha menghimpun pembayaran dana dari para anggota melalui pembayaran simpanan, selanjutnya dana tersebut akan disalurkan kepada anggota yang membutuhkan dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup para anggotanya.
5). Koperasi Jasa, yaitu koperasi yang usahanya menyediakan pelayanan bagi para anggota.

Sumber: LKS

Macam-Macam Badan Usaha beserta Penjelasannya [LENGKAP]

24 Fakta Unik Mengenai Uang-GoTrends

24 Fakta Unik Mengenai Uang Di Seluruh Dunia 

Uang adalah benda yang dijadikan sebagai alat transaksi perdagangan atau tukar barang yang sudah diterima oleh masyarakat secara sah. Uang sangat penting bagi masyarakat setempat untuk perekenomian, karena kalau tidak ada uang, kita akan hidup dalam kesulitan ekonomi. Maka dari itu, banyak manusia yang bekerja untuk mencari nafkah untuk keluarganya. Berikut adalah sedikit fakta mengenai uang:

1). Alat tukar (uang) tertua yang umum digunakan dalam sejarah adalah hewan ternak (termasuk sapi, kambing, unta, kerbau, dan lainnya).

2). Sepanjang sejarah, orang-orang banyak menggunakan benda-benda sebagai uang, seperti sabun, biji coklat, rambut dan ekor gajah, biji-bijian, kulit binatang, teh tembakau, cakar burung, dan gigi beruang.

3). Tumpukan uang dollar setinggi 1 mil akan bernilai 14,5 juta dollar.

4). Ada lebih 1,6 juta ATM di dunia ini.

5). Benua Antartika cuma mempunyai 1 ATM, yaitu di McMurdo Station

6). Islandia adalah negara yang lebih menggunakan kartu debit dan kredit daripada negara lain.

7). Pada tahun 1817, 313 orang dieksekusi gantung karena membuat catatan bank palsu.

8). Pemerintah mendapatkan uang dengan 3 cara yaitu, mencetaknya, meminjam, dan menerima pajak dari masyarakat.

9). Sebelum uang ditemukan, zaman dahulu orang-orang menggunakan sistem barter, yaitu tukar menukar barang.

10). Pada zaman dahulu di Roma, orang-orang menggunakan garam sebagai alat pembayaran.

11). Di Pulau Yap Pasifik, warganya menggunakan batu besar berukuran 12 kaki yang bolong ditengahnya sebagai alat pembayaran.

12). Negara dengan inflasi terburuk di dunia adalah Zimbabwe. Pada tahun 2008, Zimbabwe mengalami 6,5 Sextillion % Inflasi. Pikirkan saja, 1 Rupiah = 750.075.263.353 Dollar Zimbabwe!!

13). Sebuah penelitian menunjukkan di uang kertas terdapat 94% kuman penyakit.

14). Lebih dari 170 mata uang yang berbeda yang digunakan di seluruh dunia saat ini.

15). Mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia adalah Dollar Amerika Serikat.

16). Kartu Kredit pertama kali digunakan pada tahun 1920.

17). Karyawan yg bekerja di Zimbabwe digaji 3 juta triliun Dollar Zimbabwe per bulannya.

18). Terdapat gambar orang tersenyum di kancing Kapitan Patimura pada Uang 1000 Rupiah.

19). Terdapat lagu Indonesia Raya pada uang 50.000 Rupiah Indonesia edaran tahun 1995.

20). Uang kertas di Norwegia sangat unik karena desain gambarnya yang abstrak pixel.

21). Mata uang yang biasa digunakan di Internet secara virtual adalah Bitcoin. 1 Bitcoin setara dengan 13,5 Juta Rupiah.

22). Di Negara Amerika dan Negara Eropa lainnya, untuk membuat 1 sen koin diperlukan modal sebesar 2,4 sen koin dalam proses produksi di pabrik.

23). Di California, ada seorang bernama Walter Canavagh yang dikenal sebagai Mr. Plastic Fantastic, dikarenakan dia mempunyai kartu kredit terbanyak di dunia yaitu berjumlah 13.000.

24). Koin termahal di dunia adalah 1913 Liberty Head Nickel. Karena saking langkanya, dijual sebesar 3.737.500 Dollar.

Baca Juga :
20 Barang Termasuk Termahal di dunia

24 Fakta Unik Mengenai Uang Di Seluruh Dunia

A. Peta

Materi Lengkap Peta, Atlas-GoTrends

1. Pengertian Peta
Secara umum peta adalah gambaran sebagian atau seluruh permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan skala ditambah simbol-simbol dan tulisan sebagai keterangan. Gambaran unsur-unsur atau kenampakan-kenampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa dan pada umumnya digambarkan dalam suatu bidang datar serta diperkecil atau diskalakan (ICA).

2. Unsur-Unsur Peta
a). Judul, memuat informasi isi peta, dan diletakkan di bagian atas atau bagian yang kosong.
b). Simbol, pada peta dibuat untuk mewakili objek aslinya di permukaan bumi. Ada beberapa macam simbol, yaitu simbol titik, simbol garis, dan simbol luasan.
c). Legenda, yaitu keterangan simbol yang terdapat pada peta.
d). Lettering, yaitu tulisan-tulisan pada peta yang menjelaskan kenampakan-kenampakan yang terdapat pada peta tersebut.
e). Skala, adalah perbandingan antara jarak dua buah titik (tempat) di peta dengan jarak sesungguhnya di lapangan. Skala harus tercantum pada peta, karena dengan bantuan skala orang dapat memperoleh ukuran jarak dan luas. Macam-macam skala antara lain, yaitu skala angka, skala garis, dan skala pernyataan.
f). Inset, merupakan peta kecil dalam peta besar (peta pokok).
g). Orientasi arah, adalah petunjuk arah pada peta. Orientasi umumnya digambar dengan anak panah tegak keatas dan pada ujungnya diberi huruf U.
h). Garis tepi, merupakan batas suatu peta yang juga digunakan untuk menempatkan angka derajat garis lintang dan garis bujur.
i). Garis lintang dan garis bujur. Letak suatu tempat pada peta dinyatakan dengan koordinat garis lintang dan garis bujur. Garis lintang yang membelah bumi menjadi utara dan selatan sering disebut latitude. Garis bujur yang membagi bumi menjadi barat dan timur sering disebut longitude.
j). Tahun pembuatan dan penerbit. Tahun pembuatan peta menunjukkan waktu pembuatan peta. Mengingat sebagian fenomena atau objek yang ada pada peta tidak bersifat tetap atau mengalami perubahan.

3. Syarat-Syarat Peta
a). Conform (sebangun), yaitu gambar pada peta yang digambar harus sebangun dengan keadaan yang sebenarnya di lapangan.
b). Ekuidistan, yaitu jarak di peta jika dikalikan dengan skalanya harus sama dengan jarak sebenarnya di lapangan.
c). Ekuivalen, yaitu daerah atau bidang yang digambar di peta setelah diperhitungkan dengan skalanya, harus sama dengan keadaan sebenarnya di lapangan.

4. Fungsi Peta
a). Menunjukkan lokasi suatu tempat atau kenampakan alam di muka bumi.
b). Memberikan gambaran tentang luas dan bentuk kenampakan suatu wilayah.
c). Menunjukkan ketinggian suatu tempat.
d). Menunjukkan arah dan jarak dari berbagai lokasi.

5. Jenis Peta
a). Berdasarkan isi:
  • Peta umum (peta dasar)
  • Peta khusus (peta tematik)
b). Berdasarkan skala:
  • Peta Kadaster, skala 1:100 - < 1:5.000
  • Peta Skala Besar, skala 1:5.000 - < 1:250.000
  • Peta Skala Sedang, skala 1:250.000 - < 1:500.000
  • Peta Skala Kecil, skala 1:500.000 - < 1:1.000.000
  • Peta Skala Geografi, skala > 1:1.000.000
6. Bentuk Peta
a). Peta datar (peta planimetri) ialah peta yang dibuat pada suatu bidang datar.
b). Peta timbul (peta stereometri) ialah peta tiga dimensi yang menggambarkan permukaan bumi seperti keadaan sebenarnya. Misalnya, gunung atau rangkain pegunungan berupa tonjolan ke atas.
c). Peta digital ialah peta yang tersimpan di perangkat komputer seperti hard disk, disket, compact disk (CD).

7. Memperbesar dan Memperkecil Peta
a). Menggunakan grid atau petak-petak.
b). Menggunakan pantograf.
c). Menggunakan mesin fotokopi.

B. Atlas

1. Pengertian Atlas
Atlas merupakan kumpulan peta yang dijilid sebagai sebuah buku. Pada umumnya peta-peta dalam atlas disusun secara teratur menurut pembagian wilayah dalam suatu negara, dan wilayah pada masing-masing benua.

2. Jenis-Jenis Atlas
a). Atlas Semesta, yaitu atlas yang didalamnya menyajikan informasi tentang keadaan alam jagat raya, seperti planet-planet dalam tata surya, rasi bintang, dan peta langit.
b). Atlas Dunia, yaitu atlas yang menyajikan informasi tentang keadaan berbagai wilayah di dunia meliputi samudra, benua, laut, dan negara-negara di seluruh dunia.
c). Atlas Regional, yaitu atlas yang menyajikan informasi kenampakan pada suatu daerah (region) atau kawasan tertentu, seperti fisiografi, sumber daya alam, politik, dan ekonomi.
d). Atlas Nasional, yaitu atlas yang menyajikan informasi kenampakan geografi wilayah negara tertentu.
e). Atlas Referensi, yaitu atlas yang digunakan untuk mengetahui kenampakan geografi dan batas negara (wilayah).

3. Komponen Atlas
a). Judul Atlas, ditulis pada bagian sampul depan atlas. Selain itu juga ditulis nama penyusun dan nama penerbitnya.
b). Daftar Isi, memuat keseluruhan isi peta yang terdapat di dalam atlas.
c). Legenda, berisi penjelasan arti dari simbol-simbol pada peta.
d). Kata Pengantar, berisi maksud dan tujuan penyusunan atlas.
e). Indeks, bertujuan mempermudah penggunaan atlas. Indeks dalam atlas digolongkan menjadi tiga, yaitu Indeks administrasi, Indeks nomor peta, dan Indeks tempat halaman.

C. Globe

1. Pengertian Globe
Globe adalah tiruan bola bumi dalam bentuk kecil. Globe pertama kali diciptakan oleh Anaximander. Berdasarkan penelitian para ahli ternyata bumi tidaklah bulat sempurna, tetapi tepat pada kedua kutubnya, akibat rotasi bumi.

2. Kegunaan Globe
a). Menentukan/merencanakan perjalanan jauh melalui udara dan laut.
b). Mengikuti kejadian yang berkaitan dengan gempa bumi dan arus samudra dengan lebih mudah.
c). Melihat hubungan lautan, kontinen, dan daerah kutub.
d). Memahami konsep yang mendasar tentang perbedaan waktu, iklim, musim, pembagian zona waktu, dan terjadinya siang dan malam.

Sumber: LKS

Materi Lengkap Peta, Atlas, dan Globe (Pelajaran IPS Kelas 7)

1. Proses Asosiatif

Proses Asosiatif adalah suatu bentuk interaksi sosial yang bisa meningkatkan hubungan kesolidaritasan sesama manusia.

A. Kerjasama
Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama. Kerjasama ini makin menguat apabila ada tantangan dari luar kelompoknya.
Kerjasama bisa timbul jika terjadi hal-hal berikut:
  1. Orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan yang sama.
  2. Kedua belah pihak mempunyai sumbangan atau kontribusi untuk memenuhi kepentingan mereka melalui kerja sama.
  3. Adanya musuh bersama yang harus dihadapi dengan cara kerja sama.
  4. Adanya keinginan untuk mengekspresikan karya seni secara kelompok.
  5. Adanya kepentingan strategis dari beberapa negara dalam satu kawasan. Misalnya, ASEAN, MEE, NATO, dan sebagainya.
Kerjasama adalah hal yang baik tetapi tidak boleh kerjasama dalam hal yang negatif.
Berikut beberapa bentuk kerjasama utk menyelesaikan pekerjaan itu antara lain yaitu:
  1. Kerukunan
    Kerukunan adalah hidup bersama secara damai antar warga. Saling rukun satu sama-lain, saling membantu bersama, saling gotong royong, dan lain-lain.
  2. Tawar-menawar (bargaining)
    Tawar-menawar adalah suatu proses negosiasi antara sang pembeli dengan penjual untuk mendapatkan tujuan yang sama.
  3. Kooptasi
    Kooptasi adalah kerja sama saling memberi ide satu sama lain untuk tujuan bersama.
  4. Koalisi
    Koalisi adalah bentuk kerja sama antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Koalisi dilakukan agar mendapatkan hasil yang lebih besar.
  5. Joint Venture
    Joint Venture adalah bentuk kerja sama yang dilakukan oleh beberapa perusahaan. Diharapkan mendapatkan hasil yang lebih besar dari Joint Venture ini.

B. Akomodasi (Accomodation)
Akomodasi bisa diartikan dalam dua arti jelas, yaitu yang menunjuk pada suatu keadaan yang menunjuk pada suatu proses dan keadaan. Akomodasi yang menunjuk pada suatu keadaan, berarti adanya keseimbangan dlm interaksi diantara orang-orang, yang berkaitan dgn norma sosial dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Sedangkan dalam suatu proses, akomodasi menunjuk pada usaha manusia untuk mencapai kestabilan.




Akomodasi mempunyai tujuan sebagai berikut:
a). Mengurangi pertentangan
b). Mencegah pertentangan untuk sementara.
c). Memungkinkan terjadinya kerja sama
d). Mengusahakan peleburan antara kelompok sosial
e). Mencegah terjadinya ledakan konflik yang mengarah kepada benturan pola pikir atau benturan fisik.
f). Mengupayakan terjadinya akomodasi di antara masyarakat yang dipisahkan oleh sistem kelas/kasta.

Ada beberapa bentuk akomodasi, yaitu:
  1. Paksaan (Coercion)
    Paksaan merupakan bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya unsur paksaan. Paksaan adalah suatu bentuk akomodasi dengan salah satu pihak berada dalam keadaan yang sangat lemah dari pihak lawan karena unsur paksaan.
  2. Kompromi
    Kompromi adalah bentuk akomodasi dimana suatu pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian yang cepat terhadap penyelisihan tersebut.
  3. Penengah (Arbitration)
    Adanya pihak ketiga merupakan suatu cara untuk mencapai kompromi/penyelesaian apabila pihak pihak yang berhadapan tidak sanggup untuk berkompromi lagi/kehabisan kata untuk menyelesaikannya.
  4. Mediasi
    Mediasi seperti penengah (Arbitration), hanya saja tugasnya adalah memberi nasihat agar para pihak yang bertikai menemukan penyelesaian dan perdamaian.
  5. Konsiliasi
    Konsiliasi adalah suatu usaha mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu tujuan bersama.
  6. Kesabaran
    Kesabaran suatu bentuk sifat dari beberapa pihak yang menyatakan bahwa berselisih itu tidak bermanfaat dan akhirnya rasa berselisih itu akan hilang dengan sendirinya.
  7. Terperangkap (skakmat)
    Terperangkap hingga tidak dapat bergerak lagi adalah suatu bentuk akomodasi dimana dua pihak yang sedang berselisih yang mempunyai kekuatan seimbang, ada yang sudah skak/terperangkap tidak bisa berkata-kata lagi.
  8. Keputusan Pengadilan
    Keputusan pengadilan adalah penyelesaian dalam perselisihan dengan melalui jalan pengadilan.

C. Asimilasi
Asimilasi adalah menyatukan sifat antara sifat lainnya. Dalam hal proses sosial, asimilasi bisa berkaitan dengan hal perbedaan budaya. 

Proses asimilasi bisa terjadi bila terdapat hal berikut:
a. Perbedaan kebudayaan kelompok kelompok manusia
b. Terjadi pergaulan secara langsung dan intensif
c. Ada perubahan kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia dan saling menyesuaikan diri.

Beberapa faktor yang dapat mempermudah proses asimilasi adalah toleransi terhadap apapun, sikap menghargai warga negara asing, sikap terbuka yang harus dimiliki para pemimpin, persamaan unsur kebudayaan, dan kesempatan yang seimbang dalam bidang ekonomi. Adapun faktor-faktor yang Menghambat proses asimilasi adalah sebagai berikut:
a. Adanya perbedaan yang mencolok seperti ciri-ciri ras, perbedaan teknologi di bidang perekonomian dan sebagainya.
b. Kecurigaan dan kecemburuan sosial terhadap kelompok lain.
c. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan terhadap kebenaran kebudayaan lain.
d. Masyarakat terisolasi, diskriminasi politik, dan adanya perasaan primodal.

D. Akulturasi
Akulturasi adalah proses sosial yang muncul jika suatu kelompok/organisasi dengan kebudayaan tertentu didekatkan dengan sesuatu dari kebudayaan asing, maka kebudayaan asing tersebut secara lambat akan menjadi diterima dan diolah dalam kebudayaannya sendiri tanpa menghilangkan kebudayaan kelompok tersendiri.

2. Proses Diasosiatif

Proses disosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang dapat merenggangkan/menyempitkan hubungan solidaritas antarindividu. 

A. Persaingan (Competition)
Persaingan adalah proses dimana individu/kelompok manusia saling berlomba dalam mencari keuntungan atau kemenangan tanpa adanya ancaman atau kekerasan. Ada beberapa bentuk persaingan yaitu persaingan kebudayaan, persaingan ras, persaingan kedudukan, serta persaingan ekonomi.

Adapun fungsinya yaitu:
a. Menyalurkan kreativitas yang dinamis.
b. Menyalurkan daya juang yang sifatnya kompetitif
c. Memberikan rangsangan untuk berprestasi dsb.

B. Kontravensi (Contravention)
Pada hakikatnya kontravensi merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian. Kontravensi adalah tidak suka atau ketidakpuasan terhadap sesorang secara tersembunyi. Bentuk kontravensi dapat seperti penolakan, ketidak-mauan, perlawanan, perbuatan menghalang halangi seseorang, protes, dan membuat hancur rencana pihak lain. Tipe-tipe kontravensi meliputi kontravensi generasi dalam masyarakat, seksual, dan parlemen.

C. Pertentangan/Pertikaian (Conflict)
Interaksi sosial dalam bentuk pertentangan atau pertikaian terjadi jika ada dari masing-masing pihak berbicara/berdebat dan menemukan ketidakpahaman, habis itu saling adu kekuatan dan menyebabkan pertentangan atau pertikaian (konflik).

Sumber: LKS

Pengertian Lengkap Proses Asosiatif dan Disosiatif beserta Contohnya

1. Pengertian Konsumsi


Pengertian konsumsi adalah setiap kegiatan memakai, menggunakan atau menghabiskan kegunaan setiap barang baik secara berangsur-angsur maupun sekaligus habis.

2. Tujuan Konsumsi

Dalam melakukan kegiatan konsumsi, sebaiknya mengkombinasikan antara kebutuhan barang dan jasa sehingga akan tercapai kepuasan yang maksimal. Berdasarkan tujuannya konsumsi dapat dibedakan atas berikut ini.

a. Konsumsi produktif, yaitu konsumsi yang tujuannya untuk menghasilkan barang atau jasa lain. Contoh, Pak Irwan seorang pengusaha tahu tempe, suatu saat Pak Irwan membeli kacang kedelai, mesin penggiling, panci, kompor, dan lain-lain.

b. Konsumsi konsumtif, yaitu konsumsi dengan tujuan utnuk memenuhi kebutuhan sendiri. Contoh, Bu Irna membeli perhiasan dengan tujuan untuk dipakai sendiri.

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pola Konsumsi

Faktor-faktor yang mempengaruhinya sebagai berikut:
1). Tingkat Pendapatan
2). Selera
3). Sikap Hidup
4). Lingkungan Tempat Tinggal

4. Pelaku Kegiatan Ekonomi

a. Rumah Tangga Keluarga
Rumah tangga keluarga biasanya terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anaknya. Keluarga merupakan sekumpulan orang yang tinggal dalam satu rumah sebagai unit terkecil dalam suatu masyarakat. Keluarga merupakan kelompok yang sering melakukan kegiatan konsumsi. Setiap anggota keluarga mempunyai kebutuhan yang berbeda. Contoh kebutuhan anggota keluarga dapat berupa makanan dan pakaian, sedangkan kebutuhan keluarga adalah rumah, listrik, dan lain-lain.

b. Rumah Tangga Perusahan
Perusahaan merupakan tempat terjadinya proses produksi. Pada saat memproduksi barang, perusahaan ini memperlukan bahan baku, tenaga kerja, dan modal. Dalam melakukan kegiatan konsumsi yang ditujukan untuk menghasilkan barang atau jasa, perusahaan harus menekan pengeluarannya agar dapat menekan biaya produksi. Perusahaan dapat menekan biaya produksi dengan membeli atau menggunakan bahan baku yang murah, menggunakan tenaga kerja yang terampil, atau dapat juga menggunakan teknologi yang tinggi sehingga dapat menghasilkan barang dalam jumlah yang banak dengan kualitas yang baik.

c. Rumah Tangga Negara
Pada dasarnya sama dengan perusahaan, Negara bertindak sebagai produsen sekaligus sebagai konsumen. Konsumsi negara bertujuan untuk memenuhi atau melayani kebutuhan masyarakat. Biaya yang digunakan untuk konsumsi negara berasal dari masyarakat. Negara setiap akhir tahun membuat rancangan anggaran dan belanja negara yang nantinya harus disetujui oleh DPR. Hal ini dilakukan agar pengeluaran pemerintah dapat sesuai dengan kebutuhan dari masyarakat.

Sumber: LKS

Pengertian Konsumsi beserta Tujuan, Faktor,dan Pelaku Kegiatannya